Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Senin, 25 Juni 2012

Ribuan Siswa Pintar Sidoarjo Direkom ke Swasta

Ribuan siswa pintar direkomendasi mendaftarkan diri ke sekolah swasta, karena daya tampung sekolah negeri terbatas, meski pagu siswa baru SMPN/SMAN sudah ditambah 585 kursi.

Berdasarkan data Dindik, tahun ini pagu SMPN 12.792, setelah ada penambahan 249 kursi. Sedangkan nilai akhir siswa lulusan SD kisaran 26.00-29,60 berjumlah sebanyak 15.683 siswa. Ini berarti ada 2.891 siswa yang nilainya 26,00 ke atas tidak diterima di SMP Negeri lewat jalur reguler.

Sedangkan pagu SMAN 3.899 setelah ditambah 336 bangku. Meski begitu, lulusan SMP yang berharap masuk SMAN, meski memiliki nilai akhir 9 belum tentu lolos. Sementara lulusan SMP sederajat yang punya nilai akhir 9-10 mencapai 6.119 siswa. Dengan begitu, ada sebanyak 2.220 siswa yang memiliki nilai 9, kemungkinan besar tidak bisa diterima di SMAN.

Bagaimana dengan nasib para siswa itu? ”Ya ditampung di sekolah swasta,” ucap Sekretaris Dindik Sidoarjo Mustain Baladan kepada Surya, Minggu (23/6/2012) malam. Dia pun menyatakan dipastikan tidak ada penambahan SMPN dan SMAN pada 2013.

Meski tidak menambah SMPN dan SMAN hingga tahun 2013 mendatang, Dindik telah merencanakan menambah dua SMKN di Sidoarjo. Mustain menyatakan, dua SMKN ini akan dibangun di Kecamatan Prambon dan Waru.

Dana Rp 28 miliar untuk dua sekolah ini telah dialokasikan dalam APBD 2012. Rinciannya, Rp 10 miliar untuk pengadaan lahan bagi SMKN di Prambon, dan Rp 18 miliar untuk di Kecamatan Waru. “Ini untuk mewujudkan Sidoarjo sebagai kota Vokasional, dengan rasio 60 persen SMK dan 40 persen SMA,” jlentreh-nya.

Di Sidoarjo, saat ini ada 46 SMPN, dua di antaranya berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), yakni SMPN 1 Sidoarjo dan SMPN 1 Sedati. Sedangkan SMAN berjumlah 12, dua di antaranya berstatus RSBI, yakni SMAN 1 Sidoarjo dan SMAN 1 Krian. Sedangkan SMKN berjumlah 5.

Terbatasnya bangku sekolah negeri membuat persaingan semakin ketat. Jika mengantongi nilai pas-pasan, sebaiknya tidak memaksa mendaftar di sekolah perkotaan. Sekolah di kawasan pinggiran bisa menjadi pilihan jika ingin tetap bersekolah negeri.

Saran ini disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Sidoarjo Musahili, yang ikut memantau pergerakan nilai calon siswa yang mendaftar di SMPN dan SMAN serta SMKN. "Hari ini, nilai Unas 26 sudah terdepak di beberapa SMPN di kawasan kota," ucapnya, Minggu (24/6/2012).

Kondisi serupa juga terjadi di beberapa SMAN kawasan kota Sidoarjo. "Kalau ingin tetap lolos, orang tua siswa jangan ngotot mendaftarkan anaknya ke sekolah perkotaan, jika nilainya pas-pasan,"saran Musahili.

Dia menambahkan, ranking nilai itu masih akan bergerak terus karena pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) baru berakhir Senin (25/6). Para calon siswa dan orang tua yang mengembalikan berkas pendaftaran, tetap disarankan selalu memantau pergerakan nilai itu. "Sebab, jika berkas sudah masuk, sudah tidak boleh dicabut lagi," jlentreh-nya.

0 comments:

Posting Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Powered By Blogger
Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.