Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Rabu, 24 Oktober 2012

Makan 6 Kali Sehari Bikin Diet Berhasil

Memiliki berat badan yang jauh dari obesitas adalah idaman setiap orang. Selain dapat terhindar dari penyakit, berat badan ideal membuat tubuh terasa fit dan nyaman dalam mealakukan berbagai aktivitas.

Namun menurut Ahli Fitness dan Nutrisi, sekaligus Pemilik situs kesehatan www.duniafitness.com, Denny Santoso, masih banyak pelaku diet yang salah kaprah soal waktu dan cara yang makan yang benar. Menurut Denny waktu makan yang benar adalah 6 kali sehari.

"Ini bukan makan berat semua, tapi di antara waktu makan utama ada makan selingan, yang dapat diisi makanan ringan pilihan," ujar Denny dalam seminar tentang "Perut Gendut Kini dan Nanti" yang diadakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Rabu 24 Oktober 2012.

Menurut Denny, tubuh manusia membutuhkan asupan makanan selingan di antara makan utama setiap hari. Makanan selingan ini bertujuan untuk mengubah metabolisme tubuh yang  salah dan terlanjur dibentuk pelaku diet saat hanya makan sekali atau dua kali sehari.

Sebab bila pelaku diet makan hanya satu atau dua kali sehari, sehari tubuh  tidak dapat membedakan mana keadaan sedang diet atau keadaan mutlak tidak ada asupan makanan sama sekali.

"Kalau sudah begitu badan akan menahan apapun zat yang masuk, dan ini yang dapat memperlambat metabolisme tubuh, diet tidak akan berhasil, dan penyakit malah datang," ujar Denny.

Karena itu, menurut Denny metabolisme tubuh harus "ditipu". Maksud ditipu menurut Denny adalah mengacaukan dulu sistem metabolisme yang sudah berjalan agar tubuh dapat menerima dan memproses asupan gizi yang dimakan oleh pelaku diet. "Jadi kebutuhan dua ribu kalori dalam sehari itu dibagi enam," kata Denny.

Selain mengubah sistem sinyal metabolisme tubuh, kebiasaan mencatat makanan yang sudah dimakan dalam sehari sangat efektif dalam membantu sukses atau tidaknya diet yang dilakukan. "Misalnya apakah yang kita makan termasuk dalam karbohidrat simpleks (lama diserap) atau karbohidrat kompleks (sulit diserap)," kata Denny.

Mencatat makanan dapat membantu pelaku diet memilih makanan dan menghitung jumlah kalori yang sudah diserap tubuh dalam sehari. Otomatis, setelah tau jenis makanan dan dapat menghitung kalori yang masuk, perilaku orang berdiet akan berubah. "Yang pasti tidak lagi mau makan pisang goreng di antara makan utama," ujar Denny.

Dokter Spesialis Gizi Klinis dari Rumah Sakit Pasar Rebo, Nur Asiah mengamini apa yang dinyatakan oleh Denny. Diet yang baik adalah diet yang dilakukan secara perlahan. Bila diet dan penurunan berat badan dilakukan secara ekstrim ada proses pemecahan otot secara tiba-tiba yang bisa menyebabkan berbagai penyakit.

"Kalau penurunan berat terlalu cepat  dapat menyebabkan atrophy otot jantung, dehidrasi, gangguan fungsi ginjal, penumpukan asam urat, kolesterol dan batu emepdu," ujar Nur Asiah di tempat yang sama. "Penurunan berat badan yang bagus itu dua kilogram dalam sebulan," tambahnya.
Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.