Antisipasi pergerakan buruh dalam peringatan May Day mendatang, jauh
hari, dipersiapkan oleh Polsek Taman. Puluhan pengusaha yang ada di
Taman, dikumpulkan di aula Polsek Taman, Kamis (12/4/2012) sebagai upaya
koordinasi dan lainnya.
Tak hanya pelaku usaha yang dihadirkan,
SPSI, PUK, para tokoh masyarakat, pemuda dan lain sebagainya juga
dilibatkan dalam akselerasi menciptakan kondisi kamtibmas. Forum ini,
jadinya sebagai tempat curhat para pengusaha. Kebanyakan para pengusaha
mengerti dan memaklumi dalam hari itu nantinya, para buruhnya akan juga
ikut demo dan yang tidak mau demo.
Namun yang kadang mengkhawatirkan para pengusaha, gelombang buruh yang konvoi, datang secara bergantian. Bahkan sampai ada yang melakukan sweeping dan ada kelompok yang sampai masuk paksa melalui pintu gerbang dan menggedor-gedor gerbang.
"Kami sebagai pengusaha, tidak keberatan kalau perwakilan buruh ikut gabung demo. Tapi jangan sampai mengajak semuanya dan memaksa buruh yang tetap ingin bekerja. Makanya kami nanti minta pernjagaan di pabrik saat May Day," ucap syukur HRD PT Seruni Geluran Taman yang menceritakan pengalaman adanya demo BBM akhir bulan lalu.
Didik S yang mewakil SPSI Sidoarjo menyatakan, para pengusaha tidak perlu khawatir yang berlebihan dalam menyikapi May Day mendatang. Lanjut Didik, memang isunya demo May Day nanti, bakalan terjadi secara besar-besaran di setiap daerah.
"Memang itu isu yang berkembang menyikapi apabila BBM jadi naik. Kalau tidak naik seperti saat ini, mungkin demonya hanya biasa saja. Dan sejauh ini, elemen buruh di Sidoarjo belum sampai tahapan, kordinasi dalam mempersiapkan demo besar-besaran di Sidoarjo. Kalaupun ada, kita akan berkordinasi dengan aparat," ungkap Didik.
Kapolsek Taman Kompol HM Fathoni, mengaku senang dengan respon semua pihak hingga adanya forum ini. Kata Fathoni, langkah ini bagian dari menjalankan perintah Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki dalam mengantisipasi, kordinasi dan menciptakan rasa aman diwilayah hukum Taman yang menjadi tanggungjawabnya.
"Semua kalau dilakukan dengan kordinasi dan saling mengerti, pasti tidak timbul sesuatu yang tidak diinginkan. Kalau buruh mau demo boleh, asal tidak mengganggu atau merugikan lainnya," terang dia dengan menyebut intinya nanti 'ngunu yo ngunu, tapi ojo ngunu' (boleh begini begitu tapi jangan sampai merugikan.
Namun yang kadang mengkhawatirkan para pengusaha, gelombang buruh yang konvoi, datang secara bergantian. Bahkan sampai ada yang melakukan sweeping dan ada kelompok yang sampai masuk paksa melalui pintu gerbang dan menggedor-gedor gerbang.
"Kami sebagai pengusaha, tidak keberatan kalau perwakilan buruh ikut gabung demo. Tapi jangan sampai mengajak semuanya dan memaksa buruh yang tetap ingin bekerja. Makanya kami nanti minta pernjagaan di pabrik saat May Day," ucap syukur HRD PT Seruni Geluran Taman yang menceritakan pengalaman adanya demo BBM akhir bulan lalu.
Didik S yang mewakil SPSI Sidoarjo menyatakan, para pengusaha tidak perlu khawatir yang berlebihan dalam menyikapi May Day mendatang. Lanjut Didik, memang isunya demo May Day nanti, bakalan terjadi secara besar-besaran di setiap daerah.
"Memang itu isu yang berkembang menyikapi apabila BBM jadi naik. Kalau tidak naik seperti saat ini, mungkin demonya hanya biasa saja. Dan sejauh ini, elemen buruh di Sidoarjo belum sampai tahapan, kordinasi dalam mempersiapkan demo besar-besaran di Sidoarjo. Kalaupun ada, kita akan berkordinasi dengan aparat," ungkap Didik.
Kapolsek Taman Kompol HM Fathoni, mengaku senang dengan respon semua pihak hingga adanya forum ini. Kata Fathoni, langkah ini bagian dari menjalankan perintah Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki dalam mengantisipasi, kordinasi dan menciptakan rasa aman diwilayah hukum Taman yang menjadi tanggungjawabnya.
"Semua kalau dilakukan dengan kordinasi dan saling mengerti, pasti tidak timbul sesuatu yang tidak diinginkan. Kalau buruh mau demo boleh, asal tidak mengganggu atau merugikan lainnya," terang dia dengan menyebut intinya nanti 'ngunu yo ngunu, tapi ojo ngunu' (boleh begini begitu tapi jangan sampai merugikan.











0 comments:
Posting Komentar