Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Rabu, 17 Oktober 2012

air mancur di monumen batik Jl Gajah Mada, Sidoarjo Dibersihkan, tapi Setengah-Setengah

Sempat dikeluhkan
karena kondisinya tak
terawatt dan kumuh,
akhirnya air mancur di monumen
batik Jl Gajah Mada,
Sidoarjo, dibersihkan,
kemarin (16/10). Tapi sayang,
langkah pembersihan
itu hanya sebatas mengambili
sampah yang mengotori
kolam air mancur.
Anehnya lagi, pihak Dinas
Kebersihan dan Pertamanan
(DKP) yang awalnya
menyebut tak ikut berwenang
terhadap pemeliharaan
air mancur di monumen penanda kampung
batik Jetis itu, akhirnya
ikut campur tangan.
DKP mengerahkan petugasnya
untuk bersih-bersih.
Namun demikian, air
baku untuk kebutuhan air
mancur tidak diganti. Tetap
dibiarkan berlumut
dan berbusa. Pihak DKP
berdalih tak berani mengganti
karena keberadaan
air mancur itu memang tidak
masuk wilayah pengelolaan
dinasnya.
“Saat pembangunannya
dulu, kita tidak dilibatkan.
Sampai saat ini pun, tidak
ada penyerahan monumen
batik itu ke kami,” kata Kepala
Bidang Pertamanan
DKP Sidoarjo, Indra Koes Subagiyo, kemarin.
Sikap DKP ini cukup aneh.
Pasalnya, selama ini perawatan
air mancur di Sidoarjo menjadi
kewenangan bidang pertamanan.
Namun demikian, ada beberapa
air mancur yang tak masuk
wilayah kerja DKP. Seperti
air mancur di monumen batik
tersebut, dan air mancur di Perumahan
Taman Pinang. Tapi
karena ada keluhan dari masyarakat,
akhirnya DKP turun
tangan.
Indra Koes Subagiyo menyatakan,
pihaknya tidak bisa merawat
monumen itu karena tidak
pernah ada pelimpahan maupun
penyerahan bangunan ke DKP.
Sehingga, perawatannya tidak
dianggarkan dalam alokasi dana
perawatan taman di DKP. Pihaknya
juga tidak mau ‘melancangi’
dengan merawat proyek yang
belum diserahkan.
Diakui, pihaknya saat ini merasa
dilematis dengan monumen
yang dibangun di tengah kota itu.
Di satu sisi, DKP harus bertanggung
jawab merawat keindahan
kota, tapi di sisi lain kewenangan
perawatan air mancur
di monumen batik itu belum
dilimpahkan dari dinas teknis
yang membangun ke DKP.
Dari informasi yang dihimpun,
pembangunan air mancur
di monumen batik itu merupakan
proyek bantuan dari pemerintah
pusat untuk mendukung
rencana revitalisasi wajah kota
lama kabupaten Sidoarjo.
Di lokasi monumen itu, dulunya
adalah kawasan alun-alun
Sidoarjo lama. Sebab, pusat
pemerintahan saat itu berada di
kawasan Jl Gajah Mada. Persis
di belakang monumen, terdapat
kampung batik Jetis. Pengerjaan
fisik pembangunan monumen
itu, ditangani oleh DPU
Cipta Karya pemprov Jatim.
Anggaran yang dikucurkan
sekitar Rp 1,4 miliar.
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.