Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Rabu, 31 Oktober 2012

Bappeda Sidoarjo Akan Sulap Lahan Bekas Pasar Porong Menjadi Ruang Terbuka Hijau Mirip Taman Bungkul Surabaya

Lahan bekas Pasar Porong seluas 8.000 meter persegi yang sudah lama mangkrak dipastikan bakal disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), tahun ini.
Lahan bekas Pasar Porong seluas 8.000 meter persegi bakal disulap menjadi Ruang Terbuka
Hijau (RTH),
Upaya membuat RTH mirip Taman Bungkul di Surabaya di lahan eks-Pasar Porong itu saat ini sudah mulai tahap pembangunan.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo, Sulaksono mengatakan, diputuskannya lahan eks-Pasar Porong menjadi RTH berawal dari lomba Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) tingkat nasional.
Dari lomba itu, peserta diminta membuat proposal tentang rencana pengembangan kota hijau.
Kendati hanya berupa proposal, namun kala itu diwajibkan ada komitmen dari kepala daerah jika kawasan yang akan dijadikan pengembangan kota hijau itu harus benarbenar bisa diwujudkan.
Peserta lomba adalah daerah yang sudah punya rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang sudah diperdakan.
Dari lomba tingkat nasional itu, Sidoarjo berhasil menyabet juara dua hingga akhirnya berhak mendapatkan bantuan dana Rp 800 juta dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) untuk mewujudkan rencana dalam proposal P2KH tersebut.
“Maka, dipilihlah lokasi di bekas Pasar Porong untuk dibuat RTH sesuai proposal P2KH.
Direncanakan sebelum akhir tahun ini, pembangunan RTH itu sudah rampung,” jelas Sulaksono, kemarin (29/10).
Dijelaskan, dipilihnya lahan eks- Pasar Porong yang notabene tak jauh dari tanggul penahan lumpur bukan tanpa sebab.
Lahan di kawasan bencana lumpur itu sengaja dipilih agar ada gairah masyarakat setempat untuk bangkit dari bencana lumpur Lapindo.
“Selain menjadi RTH, di kawasan itu bisa dimanfaatkan untuk multifungsi. Karena akan dibangun pula kolam resapan, play ground, hingga taman bunga,” terang mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Permukiman dan Prasarana Bappeda, Eni Rustianingsing menambahkan, pembangunan RTH di lahan eks-Pasar Porong sekaligus untuk menindaklanjuti amanat dari UU No 26/2007 tentang penataan ruang.
Dimana, pembangunan RTH itu sekaligus untuk mendorong tercapainya luasan ruang terbuka hijau publik sebesar 20 persen dari luas perkotaan.
Pembangunan RTH di kawasan Porong, diakui diharapkan bisa membangun spirit warga Sidoarjo. Bahwa meski ada permasalahan lumpur, tetap bisa bangkit danmenghijaukan wilayahnya. “Setelah selesai, nanti terbuka untuk masyarakat.
Mereka bisa memanfaatkan untuk rekreasi atau kegiatan lainnya,” tandasnya. Di RTH itu juga akan ditanam beberapa pohon lindung seperti tanaman glodok tiang, bilola, cantiul, trembesi, cabe puya, hingga sawo kecik.
Selain itu, RTH akan dilengkapi dengan area wall climbing dan lapangan terbuka untuk kegiatan publik. Mulai untuk tempat penampungan/ evakuasi bencana, untuk olahraga, sampai tempat untuk resepsi pernikahan.
“Sebagai leading sector pembangunannya, RTH ini akan ditangani oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Pertamanan DKP, Indra Koes Setyawan mengatakan, RTH itu nantinya diharapkan bisa menambah luasan RTH di Sidoarjo. “Sekarang sudah mulai dilakukan pembangunan. Kita targetkan sebelum akhir tahun pembangunannya sudah selesai,” terang Indra.
Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.