Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Senin, 08 Oktober 2012

Musim Kemarau, Nelayan Sedati Sidoarjo Ganti Tangkap Kupang

Pada musim kemarau seperti saat ini, para nelayan di kawasan Sedati dan sekitarnya banyak yang banting setir mencari kupang.
IMBAS KEMARAU: Perahu nelayan yang memilih bersandar di Dermaga Tambakcemandi, Sedati, karena sepinya tangkapan ikan.
Padahal selama ini, mereka kerap mencari tangkapan ikan hingga melintasi laut di luar wilayah Sidoarjo. Mereka banting setir mencari tangkapan kupang karena untuk mencari ikan saat ini cukup sulit. Selain faktor musim kemarau, kencangnya angin menjelang datangnya musim hujan saat ini juga turut berpengaruh.
“Cuaca panas seperti sekarang, mencari ikan di laut cukup sulit. Makanya, sekarang pilih mencari kupang agar bisa tetap melaut,” kata Dul Adim, salah satu nelayan di Dusun Dadapan, Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, kemarin.
Awalnya, tangkapan kupang masih bisa dicari di kawasan perairan Sidoarjo. Namun karena semakin banyak nelayan yang banting setir mencari kupang, akhirnya area tangkapannya semakin meluas menjauhi perairan Sidoarjo.
“Seperti saya ini, saya mencari kupang sampai ke kawasan jembatan Suramadu di Kenjeran,” terang bapak enam anak ini.
Sejauh ini, para nelayan memang memilih tidak menggantungkan hanya mencari tangkapan ikan. Sebab jika itu dilakukan, bukan tidak mungkin mereka bisa merugi saat melaut karena sulitnya menangkap ikan.
“Sekali melaut bisa menghabiskan Rp 60 ribu untuk beli solar. Kalau tidak dapat tangkapan, atau tangkapannya sedikit, kan jelas rugi.
Makanya agar tak rugi, kami mencari tangkapan yang lain seperti kupang,” terangnya. Untuk harga jual kupang, dirinya mengaku seperempat sak dijual Rp 11 ribu.
Sedangkan sekali melaut, rata-rata mendapatkan sekitar 6 sak yang masing-masing berisi sekitar seperempat sak.
Akibat tangkapan ikan laut yang saat ini cukup sulit, membuat harga ikan laut di pasaran mengalami kenaikan. Tak hanya ikan laut, harga ikan air tawar seperti bandeng yang dibudidayakan para petani tambak juga mengalami kenaikan.
Lantaran, banyak tambak yang kering karena tak ada suplai air. Satu kilo ikan bandeng berukuran besar, biasanya dijual sekitar Rp 35 ribu.
Selain para nelayan yang banting setir pindah mencari tangkapan, kelangkaan tangkapan ikan juga dimanfaatkan para nelayan untuk melakukan perbaikan kapal.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan seharihari, mereka kerap meminjam uang dari pengepul maupun juragan ikan.
Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.