Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Kamis, 18 Oktober 2012

(POI) Pusat Olahan Ikan Sepi, Pedagang Pilih Tutup Stan

Keberadaan Pusat Olahan
Ikan (POI) yang sempat digadang-
gadang bakal menjadi alternatif
wisata baru untuk produk olahan
ikan di Sidoarjo kini kondisinya
malah memprihatinkan.
Para pedagang kini banyak yang
memilih menutup standnya.
Padahal, keberadaan POI baru
operasional sekitar tiga bulan, atau
persisnya dibuka pada 3 Juli 2012.
Saat itu, jajaran forum pimpian
daerah (Forpimda) hadir menyaksikan
peresmian POI yang menempati
lahan di bekas eks-Pasar Ikan itu.
“Sekarang kondisinya sepi, banyak
stand yang tutup,” kata Nur Aini,
pengunjung POI, kemarin (17/10).
Tutupnya stand di POI itu tak lepas
dari minimnya pengunjung
yang datang. Meski berada di
dalam kota dan dekat dengan
Pasar Ikan Hias, namun POI masih
belum mampu menyedot masyarakat
maupun para wisatawan untuk
datang.
Padahal saat perencanaan awal,
POI diharapkan bisa menampung
produk UMKM (usaha mikro kecil
menengah) yang melakukan pengolahan
ikan. Sebab, mereka bisa
menjual produknya langsung ke
konsumen.
Dari pantauan di lokasi, dari sekitar
40 stand yang ada tidak lebih
dari 10 stand yang tetap buka.
Padahal untuk pilihan yang dijual
tergolong beragam. Mulai dari
bandeng asap, bandeng tanpa duri,
bandeng otak-otak, krupuk ikan,
pentol ikan, dan berbagai bahan
olahan ikan lainnya.
Sepinya pengunjung POI ini membuat
pedagang gulung tikar. Awalnya
mereka tetap bertahan. Namun karena sepi pembeli, akhirnya mereka
memilih tutup karena jualannya
tidak balik modal. “Dulu waktu
awal-awal pembukaan banyak permintaan.
Tapi lama-lama, pengunjungnya
sepi. Harusnya sering
digelar event untuk memancing
pengunjung datang ke sini,” kata
salah satu pedagang yang enggan
disebutkan namanya, kemarin.
Beberapa pedagang mengaku kecewa
dengan pengelola pasar yang
tidak memberikan promosi dengan
baik sehingga kurang dikenal
masyarakat. Padahal, ada banyak
cara untuk mempromosikan POI
seperti menggelar bazar murah, senam
pagi setiap pekan, atau kegiatan
lain yang bisa mendatangkan
masyarakat ke POI.
Sayangnya, Kepala Dinas Perikanan
dan Kelautan, M Sholeh,
belum berhasil dikonfirmasi. Saat
dicari di ruang kerjanya, yang
bersangkutan tidak ada. Begitu
pula saat dihubungi, tidak ada
jawaban dari ponselnya.
Sementara itu, anggota DPRD
Sidoarjo, Sungkono, mengaku prihatin
dengan sepinya POI. Pihaknya
meminta agar pengelola POI
yaitu Dinas Perikanan dan Kelautan
membuat terobosan agar pedagang
tidak gulung tikar dan
akhirnya POI ditutup.
Terlebih untuk mendukung POI,
tidak sedikit anggaran yang sudah
dikucurkan. Mulai dari pembangunan
kios dan renovasi bekas pasar
ikan menjadi POI. “Harus ada
evaluasi mengapa kondisinya sepi,”
pinta Sungkono.
Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.