Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Rabu, 31 Oktober 2012

Tak Punya Tempat Latihan, klub BMX Sidoarjo Mampu Juara di Tingkat Asia

Minimnya sarana untuk berlatih tak menghalangi klub BMX Sidoarjo meraih prestasi. Berkat usaha yang gigih, klub BMX Sidoarjo mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional, bahkan tingkat Asia.Mereka mampu menyabet berbagai gelar juara.
SANG JUARA: Dari kiri; Ari Wahyudi, Adi Rosadi, dan Gigih Oktavianto,
dengan dua piala yang diraih dari kejuaraan Youth Asian Sport Game di Taman
Impian Jaya Ancol, Jakarta, 26-28 Oktober 2012.
GELARAN Youth Asian Sport Game di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, 26-28 Oktober 2012 lalu, merupakan momen tak terlupakan bagi Ari Wahyudi dan Gigih Oktavianto.
Kedua anggota klub sepeda BMX Sidoarjo ini berhasil menyabet masing-masing juara 1 dan 4 di kelas open.
Bertempat di kantor Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Sidoarjo, kemarin (30/10), mereka berdua memamerkan pialanya masingmasing yang berbentuk replika rangka sepeda BMX.
“Ini merupakan hasil kerja keras. Meskipun minim sarana dan tempat berlatih, tetapi kami mampu membuktikan kalau klub BMX Sidoarjo bisa meraih juara hingga tingkat Asia,” kata Ari Wahyudi yang mengaku suka bersepeda sejak kecil.
Menurut pemuda berambut ala boy band Korea ini, ia tidakmempersiapkan diri secara khusus sebelum berangkat ke Jakarta untuk menguji kemampuan. Warga Sedati Agung, Waru, ini hanya berlatih setiap hari seperti biasanya.
Begitu pun yang dilakukan oleh Gigih Oktavianto. Ia mengaku hanya berlatih rutin.
“Persiapannya ya hanya berlatih dan berlatih,” ucap Gigih. Diakui Adi Rosadi, ketua klub BMX Sidoarjo yang juga bertindak sebagai pelatih, tempat berlatih masih menjadi masalah besar bagi anggota klubnya.
Menurut Rombeng —julukan Adi Rosadi—, pihaknya belum menemukan tempat yang permanen di Kota Delta agar anak didiknya bisa berlatih secara maksimal.
“Saat ini, kami sering berlatih berpindah-pindah tempat. Mulai dari jalan di depan pendopo kabupaten, halaman parkir belakang Mal Ramayana, hingga di GOR Delta,” ungkapnya.
Seringkali, ketika berlatih di parkir belakang Mal Ramayana yang cukup luas, mereka harus menyudahi latihan lebih cepat karena halaman dipakai parkir sebab lahan parkir yang ada sudah penuh.
“Akhirnya, kami harus pindah ke GOR,” tukas Adi Rombeng. Namun di kawasan GOR, mereka juga tak bisa berlatih secara nyaman. Karena, terganggu aktivitas masyarakat lainyang juga menggunakan fasilitas ruang terbuka di GOR Delta untuk berolahraga atau sekadar berekreasi.
Adi menceritakan, pihaknya pernah menyampaikan surat ke Bupati Saiful Ilah agar diberi  tempat berlatih di kawasan alunalun.Tapi hingga kini, belum ada jawaban dari bupati soal surat yang disampaikan.
“Enam bulan lalu, saya juga menyampaikan permintaan yang sama ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Tapi hasilnya sama saja, belum ada,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum FORMI Sidoarjo, Soewignyo, berharap pemerintah memberikan tempat berlatih yang permanen kepada klub BMX Sidoarjo. Agar prestasi tingkat Asia seperti yang telah mereka raih, bisa terus-menerus terjaga.
Diakui, pihaknya cukup ‘iri’ dengan Surabaya. Di Kota Pahlawan, tempat berlatih bagi para rider BMX disiapkan pemerintah dengan cukup representatif.
Bahkan, pemkot Surabaya membangun khusus dua lokasi berlatih untuk para penggemar olahraga ekstrem itu. Yaitu di Taman Bungkul dan di timur Monkasel.
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.