Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Selasa, 13 November 2012

Warga Malang, Nikahi WIL Di Buduran, Digagalkan Istri, Masuk Bui

Upaya Aan
Suryanto alias Arif (30) warga
Dusun Krajan Desa Bandungrejo,
Kecamatan Bantur, Kabupaten
Malang untuk memiliki
istri lagi kandas. Tidak hanya
gagal berpoligami, Aan malah
harus berurusan dengan polisi
dan masuk bui. Ini setelah Nur
Afidah (25), warga Desa Prasung,
Tambak Kecamatan Buduran
yang merupakan istri sah
Aan melaporkan sang suami
atas dugaan pemalsuan surat
nikah. Selain itu Aan juga dilaporkan
menelantarkan anak
dan istri ke Polsek Sidoarjo.
Bahkan Afidah juga nekat
menggagalkan pelaksanaan
akad nikah Aan dengan calon
istri keduanya Maria Ulfa, di
Dusun Jasem Kelurahan Bulu
Sidokare Sidoarjo yang semestinya
dilakukan kemarin.
“Awalnya saya tidak percaya
suami saya akan menikah lagi,”
kata Nur Afidah.
Kisah ini bermula dari rasa
kesal Nur pada suaminya. Sejak
tiga tahun silam, Aan menghilang
dan tidak menafkahi dirinya
dan anak semata wayangnya.
Biduk rumah tangga yang
dibangun sejak Oktober 2008
pun berantakan.
Makanya ia kaget ketika mengetahui
Aan akan menikah lagi.
Awalnya kabar ini diketahui
oleh Afidah dari surat undangan
nikah yang diterimanya dari seseorang.
Pada undangan nikah
tersebut tercantum nama calon mempelai pria Arif dan mempelai
wanita Maria Ulfa. Bak disambir
petir, foto mempelai pria
yang terpampang dalam undangan
itu mirip dengan foto suaminya
Aan.
Meski kurang percaya, namun
ia tetap curiga. “Saya lihat-lihat
kok mirip dengan suami saya.
Saya menangis dan akhirnya
percaya kalau itu adalah suami
saya,” ujarnya.
Dengan berat hati, ia lantas
melaporkan sang suami ke Polsek
Sidoarjo. Aan pun akhirnya
diciduk oleh polisi saat akan
melangsungkan ijab kabul.
Acara pernikahan Aan dengan
istri keduanya Maria Ulfa pun
dibatalkan.
Afidah menceritakan, biduk
rumah tangganya memang sudah retak sejak tiga tahun
silam. Saat itu Aan dikethui
mempunyai wanita idaman lain
(WIL) yang dikethui bernama
Maria. Hubungan selingkuh
terungkap saat Afidah memeriksa
isi SMS dalam HP suaminya.
“Suami saya mengaku jika
saya ini adalah adiknya. Saya
sangat kesal. Saat saya tanyakan
dia malah menampar
saya,” akunya.
Mendapat perlakukan kasar,
Afidah memutuskan kembali ke
rumah orang tuanya dengan
membawa serta anaknya. Bukannya
dijemput oleh Aan,
Afidah malah mendapat kabar
buruk yakni soal pernikahan
susminya tersebut.
Kapolsek Sidoarjo Kompol
Mujiono mengatakan, pihaknya
akan melakukan penyidikan
lebih lanjut. “Aan kami
amankan saat hendak melangsungkan
ijab kabul. Terkait
kasus pemalsuan data surat
nikah yang diduga palsu masih
akan kita selidiki,” tandasnya.
Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.