Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Senin, 28 Januari 2013

PKL Membeludak setiap Akhir Pekan di kawasan GOR Delta, Taman Pinang, dan Gading Fajar II

SIDOARJO – Janji menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan GOR Delta, Taman Pinang, dan Gading Fajar II patut dipertanyakan.
Sebab, sampai sekarang masih banyak pedagang yang menggelar dagangan di tempat – tempat tersebut. Padahal, Sidoarjo adalah salah satu kabupaten yang masuk nominasi Adipura.
PENUH SESAK: Ratusan warga tumpah ruah menyerbu PKL yang berjualandi Gading Fajar II. Aktivitas tersebut berlangsung setiap akhir pekan.
PENUH SESAK: Ratusan warga tumpah ruah menyerbu PKL yang berjualan
di Gading Fajar II. Aktivitas tersebut berlangsung setiap akhir pekan.
Berdasar pengamatan lapangan, kawasan GOR Delta, yang merupakan ikon Sidoarjo, kini berganti menjadi tempat PKL. Banyak rombong PKL yang ditinggal dikompleks olahraga tersebut.
Kesan kumuh dan kotor lekat di tempat yang digunakan sebagai ajang utama PON 2000 itu. Apalagi, belum ada tempat sampah yang layak sehingga PKL membuang kotoran sembarangan.
Perumahan Taman Pinang dan Gading Fajar II menjadi jujukan selanjutnya. Pada Sabtu dan Minggu, jalan perumahan tersebut mirip pasar tumpah. Jumlah pedagang mencapai ratusan. Mereka menjual berbagai macam kebutuhan.
Mulai makanan sampai peralatan dapur. Akibatnya, jalanan menjadi macet. Banyak kendaraan roda empat dan sepeda motor yang terjebak ketika lewat di jalur itu. Bukan hanya satu jalur yang dibuat berjualan. Kedua akses jalan juga dipenuhi PKL. Handayani, 47, warga Gading Fa jar II, mengatakan, selama ini tidak ada perubahan.
PKL tetap menggelar dagangannya sejak pagi hingga siang setiap Sabtu dan Minggu. ”Malah kalau cuaca mendung sampai sore. Bahkan, kalau Sabtu malam banyak yang menginap karena besok paginya jualan lagi,” ungkap dia.
Menurut Handayani, yang membuat PKL tidak pindah adalah belum disediakannya tempat relokasi.
Dulu bupati Sidoarjo pernah menjanjikan tanah kosong di dekat SMAN 2 Sidoarjo. Dari pengamatan di lapangan, tanah tersebut sering dipakai untuk pertunjukan sirkus atau pasar malam.
Selain itu, di Jalan Gajah Mada rencananya dibangun sentra PKL. Bangunan bekas sekolah Tionghoa di sana nanti dibentuk seperti food court.
Namun, pedagang yang mengisi haruslah berjumlah seratus dan berasal dari Sidoarjo.
Proyek bernilai Rp 300 juta itu belum selesai karena masih dalam tahap pengerjaan fondasi. ”Kalau cuma menampung seratus PKL, ya masih banyak yang jualan di sini,” cetus Handayani. Selain itu, di lokasi tersebut minim dilakukan penertiban.
Dinas yang bertugas menertibkan PKL, yaitu satpol PP, mandul. Hanya pada saat tertentu mereka melakukan razia. Misalnya pada saat penilaian Adipura.
Sementara itu, Kasatpol PP Mulyawan merasa dilematis atas situasi saat ini.
Sebab, pemkab masih mengusahakan lahan untuk relokasi dan di sisi lain para PKL butuh pemasukan. ”Secara pribadi sebenarnya kami ingin menertibkan. Tapi, kalau tidak ada solusinya kan repot.
Nanti kami dicap hanya bisa menertibkan. Karena itu, semua harus bersabar lantaran pemkab sedang me nyiap kan tempat relokasi,” tuturnya.

0 comments:

Posting Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Powered By Blogger
Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.