Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Kamis, 08 November 2012

Soundgarden Kembali

 image

Walau resmi reuni sejak 2010 setelah bubar selama 13 tahun, baru pada awal tahun inilah Soundgarden mengeluarkan materi kekinian. Itu pun dalam bentuk “Live to Rise”, sebuah lagu di soundtrack film The Avengers yang terdengar lebih cerah dibanding musik suram khas band asal Seattle, Amerika Serikat tersebut. “Sebenarnya ‘Live to Rise’ adalah yang paling baru ditulis,” kata vokalis-gitaris Chris Cornell saat menelepon dari Los Angeles, April lalu. “Saat itu kami sudah selesai menulis lagu untuk albumnya, dan ketika mendapat tawaran untuk memasukkan lagu ke filmnya, tak ada yang terlalu cocok. Jadi kami menulis lagu untuk filmnya.” Tapi setelah penantian lama, akhirnya album baru King Animal akan dirilis pada November ini. “Kami sangat puas dengan albumnya,” kata Cornell. “Album barunya berupa banyak hal. Ada lagu-lagu yang sangat agresif, lagu-lagu yang energik. Ada lagu-lagu psychedelic ala Soundgarden. Murung, suram, semua hal yang ada di album Soundgarden mana saja.”

Apakah kalian menonton The Avengers dulu sebelum menulis lagunya?
Sebagian. Saya bisa melihat sekitar 10 persen dari filmnya [tertawa], karena sebagian besar terdiri dari animasi komputer. Tapi saya bisa menangkap warna filmnya, naskah yang brilian, sarkasme dan akting bagus. Saya tahu ini tak akan menjadi film komik laga yang bodoh. Kami menonton seluruh filmnya setelah selesai, kami menyukainya. Kami sangat puas dengannya, dan kami memasukkan lagu ke dalamnya. Itu jarang terjadi, kami agak beruntung.

Apakah Anda adalah penggemar komik sewaktu kecil?
Tidak! [Tertawa] Saya lebih suka main di luar rumah. Tapi Kim [Thayil, gitaris] penggemar, dan mungkin Ben [Shepherd, bassist] juga. Tapi saya menggemari genre film-film itu sejak awal. Film pertama seperti itu yang saya ingat adalah Robocop, dan itu membuat saya terkejut. Ada film yang keras dan penuh fiksi ilmiah, tapi juga seperti komik dan dapat dinikmati anak-anak maupun dewasa. Begitu juga film-film Pixar. Semua orang dapat menikmati-nya dengan alasannya masing-masing. Saya juga menggemari film-film Iron Man. Lagi-lagi, film itu membawa humor dan kecerdasan, kualitas naskah dan akting ke tingkat baru.

Apakah bagian termudah dan tersulit dari bergabung kembali dengan anggota lainnya?
Semuanya cukup mudah. Kenyataan bahwa kami berpisah selama 12-13 tahun...semuanya tampak segar dan fokus kembali, dan senang karena kami membuat musik bersama lagi. Kami semua merasa beruntung bahwa kami bisa kembali dan langsung membuat musik baru yang bagus. Mungkin ada masa di tahun ’90-an saat kami menganggapnya sepele, dan kini kami semua menyadari itu. Kadang butuh waktu perpisahan untuk menyadarinya. “Wah, ternyata kita punya sesuatu yang sangat spesial, dan seharusnya kita lebih memperhatikannya, lebih banyak berkorban untuknya.” Kita belum tentu mendapat kesempatan lagi, dan kebetulan kami mendapatnya. Jadi kami semua menjalani langkah berikutnya dengan sangat fokus.

Coba bercerita tentang albumnya.
Akan ada lebih dari selusin lagu. Dari segi warna musik, ini baru. Ada banyak teritori musik yang belum pernah kami lakukan atau melakukannya dengan berbeda. Ada warna baru, sangat variatif seperti semua album Soundgarden. Ada banyak teritori musik yang terjamah di dalamnya. Banyak pengaruh berbeda yang sulit untuk diisolasi dan baru terungkap setelah didalami. Tapi saya bisa berkata dengan yakin bahwa album ini mengangkat warisan musik kami, dan saya sangat bangga dengannya.

Adakah isu-isu terkini yang menjadi tema lirik?
Ada banyak hal yang mendapat inspirasi dari warna musik Soundgarden, seringkali suram dan merenung. Melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda, yang kadang bisa agak meresahkan. Kadang agresif, seringkali agak paranoid [tertawa]! Soundgarden adalah sarana yang bagus untuk itu, dari segi musiknya. Kami bukan band hura-hura atau band politis. Saya bukan orang yang senang mengeluh. Bagi saya, banyak musik punk dan post-punk seperti itu. Pemikiran kritis, “kamu harus melakukan ini, kamu harus melakukan itu.” Saya tidak melakukan itu. Musik Soundgarden adalah lingkungan yang buruk rupa, dan membuat saya tenggelam dalam sikap dan filosofi yang berbeda mengenai kehidupan dan eksistensi manusia, tanpa memasuki pemikiran kritis. Dan seringkali kerapuhan. Ke-betulan kerapuhan dapat menghuni dunia musik Soundgarden dengan nyaman, suatu hal yang tidak lazim bagi sebuah band yang agresif.
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.