Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Minggu, 04 November 2012

Sudah Punya Akun "Path"? Path Populer, Didirikan Mantan Eksekutif Facebook

Sudah kodratnya bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Pada era digital seperti saat ini, interaksi sosial bisa dilakukan, baik secara fisik maupun virtual. Itulah yang membuat layanan jejaring sosial tumbuh subur.

Facebook dan Twitter adalah contoh dua jejaring sosial yang paling sukses di jagat maya. Kesuksesan keduanya lantas banyak diikuti. Ada yang berkembang, ada pula yang tertatih-tatih. Path adalah salah satu yang mulai digemari.

Layanan jejaring sosial ini didirikan oleh Dave Morin, mantan eksekutif Facebook. Itu sebabnya, banyak fitur yang mirip situs jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut. Misalnya, fitur berbagi status dengan pengguna lain yang dapat langsung memberi komentar.

Meski begitu, tak semua fitur Path menyontek Facebook. Sementara di Facebook ekspresi yang bisa ditampilkan hanya “Like”, pada Path terdapat variasi emoticon yang lebih banyak: senyum, tertawa, terkejut, cemberut, dan ikon jantung sebagai simbol cinta.

Hal lain yang membedakan adalah Path, yang diluncurkan dua tahun lalu dan hingga pertengahan tahun ini jumlah akun yang terdaftar sekitar 3 juta orang, hanya membolehkan pengguna memiliki 150 teman.

Pembatasan itu tentu ada alasannya. Morin menyebutkan bahwa angka itu muncul lantaran, berdasarkan pengamatannya, jumlah teman yang biasa diajak seseorang untuk menghadiri acara ulang tahun sebanyak 100-250 orang.

"Kami ingin membangun jaringan dengan kualitas tinggi yang membuat orang-orang saling berbagi dengan nyaman kapan saja," kata Morin. Di Facebook, batasan jumlahnya maksimal 5.000 orang, dan bisa ditambah menggunakan fitur fans page.

Dengan pembatasan ini, Path berupaya mengarahkan kegiatan berbagi berjalan dengan lebih intim, yaitu orang yang benar-benar saling mengenal. Selain itu, pengaturan bawaan aplikasi Path ini diatur sebagai private sehingga, selain teman yang telah diterima, tidak ada yang bisa melihat posting pengguna.

Satu hal yang menarik, Path memiliki fitur untuk mengedit foto yang akan di-posting dengan berbagai pilihan filter, seperti Instagram. Pilihan filter pun beragam, mulai ansel dengan warna hitam-putih, instant yang menampilkan efek sephia, dan berbagai filter lain yang membuat tampilan foto seperti diambil dari kamera Lomo. Ini mirip aplikasi Instagram, yang populer di kalangan anak muda untuk berbagi foto.

Path tidak ditujukan sebagai jejaring sosial semata, tapi juga jurnal penggunanya. Hal itu karena dalam aplikasi ini pengguna dapat menampilkan kegiatan yang spesifik, seperti pergi dan bangun tidur.

Dengan Path, pengguna juga bisa secara khusus berbagi judul buku yang sedang dibaca atau musik yang sedang didengarnya, dengan dilengkapi foto thumbnail buku atau album tersebut. Selain itu, seperti FourSquare, pengguna juga dapat berbagi lokasi tempat ia berada.

Banyaknya kategori posting-an ini merupakan salah satu kelebihan Path. Namun hal ini bisa juga menjadi kekurangannya karena terdapat risiko pengguna akan over-sharing atau terlalu banyak berbagi informasi dalam timeline miliknya.

Posting yang dikirim pun dapat langsung ditembuskan ke jejaring sosial lainnya, seperti Facebook dan Twitter. Aplikasi ini sekarang bisa diunduh dari ponsel berbasis iOS dan Android secara gratis.
Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.