Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Kamis, 27 Desember 2012

Flu Burung Muncul Lagi di Sidoarjo

SIDOARJO – Kasus flu burung yang akhir-akhir ini menghebohkan Jatim sudah menyerang Sidoarjo.
Wabah virus H5N1 itu kemarin terdeteksi di Desa Kemiri, Kecamatan Sidoarjo.
SEMPROT DISINFEKTAN:
Petugas menyemprot kandang unggas milik Sabar
Virus berbahaya tersebut menyerang peternakan ayam dan unggas milik Sabar, 32. Sabar yang sehari-hari beternak ayam untuk aduan itu kemarin siang kaget ketika melihat seekor ayamnya mati. Itu merupakan kejadian yang ketujuh dalam bulan ini.
Satu per satu ayam milik Sabar mati tanpa tahu penyebabnya. ’’Padahal, setiap hari selalu saya kasih makan dan kandangnya juga dibersihkan rutin,’’ jelasnya.
Mulanya, dia menganggap ayam-ayam itu mati karena sakit biasa. Namun, ketika diteliti, ternyata ada yang aneh dengan kematian ayam tersebut. Terakhir, Sabar melihat tubuh ayamnya yang mati membiru. Jenggernya juga biru.
’’Padahal, sehari sebe lumnya tidak ada tanda-tanda sakit,’’ ujarnya. Di antara total 20 ekor ayam milik Sabar, kini tersisa 13 ekor.
Salah seekor ayam juga diindikasikan terkena virus tersebut. Banyak luka di kulit ayam tersebut. Ketika berjalan, ayam tampak lemas. Sabar mengaku takut wabah tersebut kembali menyerang. Karena itu, dia langsung memisahkan ayam tersebut dari kandang yang berukuran 3 x 4 meter.
Pria yang mempunyai dua anak itu menuturkan, ayam ternaknya tersebut digu nakan untuk aduan. Harga seekor ayam mencapai Rp 2 juta.
Ayam tersebut dibeli Sabar dari luar Sidoarjo. Biasanya dari Pekalongan. Sabar mengaku mengalami kerugian Rp 7 juta. Selain ayam, seekor angsa milik Sabar juga mati mendadak.
Ciri-cirinya sama dengan ayam yang mati. Sabar melaporkan kasus tersebut kepada pemkab. Kejadian itu langsung direspons Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (DP3) Sidoarjo.
Petugas mendatangi peternakan milik Sabar dengan membawa semprotan disinfektan. Petugas langsung menyemprot kandang ayam milik Sabar dengan disinfektan.
Nuning S. Pujiastuti, kepala seksi kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat DP3 Sidoarjo, menjelaskan, wabah yang me nyerang ayam milik Sabar positif mengalami flu burung.
’’Ciricirinya, tubuh dan jengger biru,’’ katanya. Dia menuturkan, virus H5N1 berkembang saat musim penghujan.
Pergantian cuaca mengakibatkan ayam dan unggas rentan terkena penyakit. Jenis virus flu burung yang menyerang ayam adalah H5N1 kleith 2.1. Sementara itu, kini berkembang jenis virus baru, yaitu H5N1 2.3.
Virus yang menyerang ayam tersebut, lanjut Naning, bisa dideteksi dengan rapid test. Setelah penyemprotan disinfektan, Nuning menyarankan agar Sabar membuat kandang baru.
Kandang yang lama harus dibakar. Sebab, menurut dia, virus-virus tersebut masih mengendap di kandang. Tahun lalu, virus flu burung juga menyerang Sidoarjo. Namun, tidak ada warga yang terjangkit virus mematikan itu.
Tahun ini, flu burung sudah terdeteksi di Balongbendo dan Jabon.
Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.