Informasi Sidoarjo on http://www.infosda.com

Rabu, 23 Januari 2013

Aksi Tamanisasi demi bawa Adipura ke Sidoarjo

Aksi tamanisasi dan penataan ruang terbuka hijau belakangan makin gencar dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkab Sidoarjo.
HIJAU: DKP menanam tanaman hias di jalurpedes trian baru di Jl Cemengkalang kemarin.
HIJAU: DKP menanam tanaman hias di jalur
pedes trian baru di Jl Cemengkalang kemarin.
Tidak hanya memperbaiki wajah kota, tetapi juga mempertahankan supremasi bidang lingkungan hidup. Yakni, Piala Adipura. Sidoarjo masuk sebagai kabupaten/kota di Indonesia yang meraih piala dari Kementerian Lingkungan Hidup itu mulai 2011.
Tahun lalu Sidoarjo juga berhasil mempertahankan piala tersebut. Nah, tahun ini pemkab siap bekerja ekstra untuk kembali menggondol Adipura. Pantauan Jawa Pos kemarin (22/1), banyak pekerja DKP yang turun ke beberapa titik.
Mereka menanam tanaman di median jalan. Mulai Jalan Pahlawan sampai Jalan Cemengkalang. Beragam tanaman disebar seperti bakung, rambuza, dan melati jepang.
Kabid Pertamanan DKP Indra Koes S. mengatakan, program itu memang dibuat agar Sidoarjo kembali meraih Adipura. Apalagi, Sidoarjo telah masuk nominasi. ”Untuk lahan-lahan kota yang kosong, kami akan tanami,” kata Indra.
Kabid Kebersihan DKP Sofyan Irwadi menambahkan, Sidoarjo akan kembali bersaing dengan kota lain di Indonesia dalam perebutan Adipura. ”Kami sudah bertekad untuk mempertahankan Adipura,” ujarnya.
Indra menjelaskan, Sidoarjo nanti masuk nominasi kota sedang. Lain dengan Surabaya yang sudah masuk dalam kategori kota besar. Setidaknya, Kota Delta bersaing dengan 38 kota/kabupaten se-Indonesia.
Parameter penilaiannya adalah lingkungan kota, kebersihan lingkungan, ruang terbuka hijau, kebersihan pasar, kebersihan terminal dan rumah sakit, serta sistem pembuangan akhir (TPA).
Untuk itu, lanjut dia, DKP sudah menyiapkan tim agar bisa menang. Seluruh dinas terkait juga diajak bekerja sama. Mulai dinas perhubungan, dinas pasar, dinas pengairan, dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup, dinas pendidikan, hingga dinas pertanian.
”Tidak bisa Adipura diraih jika hanya mengandalkan DKP,” jelasnya. Semua dinas itu wajib menjalankan tupoksi masing-masing. Dia mencontohkan, dinas perhubungan harus menjaga kebersihan terminal.
Sedangkan dinas pasar harus menertibkan sampah dan sejenisnya di kawasankawasan pasar. ’’Kami optimistis bisa kembali membawa pulang Adipura,’’ kata Sofyan. Mempertahankan Adipura memang tidak mudah.
Banyak pekerjaan yang membutuhkan konsistensi. Lihat saja, di beberapa titik masih cukup banyak sampah. Di antaranya, di kawasan lingkar timur. Kondisi Terminal Larangan juga kumuh.
Banyak pedagang pasar yang membuang sampah di jalan masuk terminal. Salah satu ikon Sidoarjo, yaitu GOR Delta, juga belum bebas dari tumpukan sampah. Data yang dihimpun, selama ini DKP hanya mampu melayani pengangkutan sampah sebesar 20 persen.
Sedangkan total sampah di Sidoarjo per hari mencapai 4.000 meter kubik. Jumlah truk pengangkut sampah juga belum memadai. DKP hanya mempunyai 26 truk untuk melayani 18 kecamatan seSidoarjo.
’’Kami akan tambah sepuluh truk tahun ini,” jelasnya. Sofyan mengakui, DKP hanya mampu mengangkut sampah 20 persen. Sisanya, 80 persen, adalah partisipasi dari warga Sidoarjo.
”Tanah warga Krembung dan Prambon kan masih luas sehingga sampah dikubur di halaman belakang rumah mereka,” ungkapnya.
Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Tukar Link Disini :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Templates


Informasi Sidoarjo 2012. Diberdayakan oleh Blogger.